Tidak segampang lidah mengatakan, Tidak seenak hati merasakan, Tidak semudah iman melakukan. Ikhlas adalah Karunia Termulya, Termahal, dan Tersulit yang diberikan Ilahi kepada manusia.
Sampai saat ini baru sangat sedikit saja manusia bisa mendapatkan karunia Ikhlas, apalagi untuk mempertahankannya. Ikhlas merupakan sebuah Ilmu Tingkat Tinggi menuju Gelar Kepuasan Nurani sejati didunia ini, dan merupakan Piala Kehormatan Tertinggi berlari menuju garis finish sorga.
Seorang Ayah atau Ibu jangan sekali-kali mengucapkan: ” Kamu nanti yang menyesal kalau tidak mau sekolah atau tidak bekerja” kepada anak-anaknya. Dimana kebahagiaannya dulu ketika melahirkan sianak?, merawat sianak?, semangat demi sianak?. Kok sekarang cenderung orangtua malah membuat anak2nya down?. Dengan contoh kalimat diatas misalnya. Banyak sekali kita temukan ucapan maupun tindakan yang dilakukan orangtua malah menjadi pukulan kehancuran buat anak-anaknya.
Seorang anak jangan sekali-kali mengucapkan: ” Aku ingin ayah atau ibu mengerti apa yang aku lakukan, apa yang aku sukai, turutilah”. kepada orangtuanya. Dimana yang harus orang tuamu mengerti?, Hal apa memangnya yang kau sukai?, Bagaimana cara orangtuamu menurutimu?. Banyak sekali kita temukan ucapan maupun tindakan yang dilakukan anak-anak sekarang ini malah menjadi pukulan kekecewaaan yang teramat buat orangtuanya.
Lalu, dimana letak kesalahan diantara orangtua dan anak?. Disinilah letak keseimbangan ke-IKHLAS-an didalam keluarga perlu dipelajari pelan-pelan.
“Membangkitkan teman yang tidur malas lebih sulit daripada membangunkan seorang pemabuk”.
Mengingat teman yang pernah ditolong lebih gampang daripada mengingat teman-teman yang pernah menolong.
Melupakan kekasih pertama lebih gampang daripada melupakan kebaikan dari seorang yang teramat miskin.
Mencari kegagalan teman lebih gampang daripada kehancuran diri sendiri
Memuji-muji keberhasilan teman lebih sulit dari pada memaki-maki kegagalan sendiri.
Mengumpat kebodohan sendiri lebih sulit daripada memojokkan ketololan teman.
Menyendiri dalam ke putus asa an lebih sakit dari pada patokan bisa ular mematikan
Lebih berharga dan lebih disayangi anjing atau babi dibanding seorang manusia yang tertekan bathin.
Lebih mantap membuat orang lain berhasil sementara diri sendiri hancur karenanya.
Apa yang dilihat mata, apa yang didengar telinga, apa yang dipikirkan otak, dan apa yang dirasakan hati akan seimbang dan sama-sama merasakan kepuasan jika IKHLAS dapat dipahami dan disyukuri.