Sekalipun ditengah kegelapan, kesendirian, kesedihan, nyaris putus asa, penyakit, kekecewaan yang teramat menyakitkan. Namun, dia masih yakin dan optimis bahwa dia pasti bisa memasuki lubang jarum itu!.
Sebab menurutnya tidak ada lagi nasehat yang bermanfaat didengarkan, dukungan yang mengerti perasaan, dan pertolongan yang nyata terbukti. Semua hanya omong kosong yang menghancurkan situasi semakin parah dan tertekan. Bahkan lebih dipedulikan dan disayangi anjing dan babi oleh orang-orang disekitarnya dibanding dia sendiri. Dia tidak lagi mengerti apa itu penganut agama?, mahluk sosial?, dan pengampunan. Aku saja habis dimaki-makinya. Sekalipun begitu, aku masih yakin atas semangat hidupnya. Ingin kuberontak dengan orang-orang disekitarnya. Hiduplah dengan pembaharuan yang membanggakan, Matilah dengan kenangan yang membahagiakan orang-orang. Begitulah pesanku padanya.